Agam – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara bagi para korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan menargetkan penyelesaiannya dalam kurun waktu satu bulan. “Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, bisa selesai hunian sementara sebulan supaya bapak-bapak ibu semua tidak perlu tinggal di tenda,” ujar Prabowo saat berada di Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).
Setelah hunian sementara siap dihuni, pemerintah akan melanjutkan dengan pembangunan hunian tetap yang dirancang seluas 70 meter persegi. Prabowo mengapresiasi kualitas hunian tetap yang dinilainya cukup baik. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam upaya penanganan bencana di Sumatera Barat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Rabu (17/12/2025) sore. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda peninjauan langsung terhadap wilayah-wilayah yang terdampak bencana, sekaligus memastikan percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Desember pukul 06.20 WIB mencatat peningkatan jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total korban meninggal dunia kini mencapai 1.059 orang, dengan 192 orang masih dalam status hilang dan lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka.
Provinsi Aceh mencatat angka korban jiwa tertinggi dengan 451 orang meninggal dan 4,3 ribu orang luka-luka. Di Sumatera Utara, tercatat 364 orang meninggal dan 2,3 ribu orang luka-luka. Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan 244 orang meninggal dan 382 orang luka-luka. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada 147.236 rumah, serta ribuan fasilitas publik seperti sekolah, jembatan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah.
Presiden Prabowo sebelumnya telah mengumumkan kesiapan anggaran untuk pembangunan 2.000 rumah, yang dijadwalkan dimulai pada Ahad, 21 Desember. Anggaran tersebut berasal dari kebijakan pemangkasan anggaran di awal masa pemerintahannya. Lebih lanjut, ia berencana membentuk badan atau satuan tugas khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatera. “Kami sudah kerahkan untuk penanganan. Ini tiga provinsi dari total 38 provinsi, jadi situasi terkendali. Saya monitor terus,” ujarnya, menegaskan bahwa situasi penanganan bencana masih dalam kendali.










