Tangerang – Presiden Republik Indonesia memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, Sabtu (22/06). Upacara berlangsung di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, diwarnai suasana haru dan khidmat.
Tiga jenazah prajurit, masing-masing dibalut bendera Merah Putih, menjadi fokus utama di ruang VIP. Foto Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon dipajang di depan peti jenazah, dikelilingi karangan bunga dan dijaga ketat oleh prajurit.
Presiden, didampingi Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, dan Panglima TNI, tampak khusyuk memberikan penghormatan. Ekspresi wajahnya menunjukkan kesedihan mendalam atas kehilangan tersebut.
Seorang pejabat yang hadir menggambarkan dedikasi para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia sebagai “pengorbanan tertinggi.”
Presiden memulai penghormatannya dengan mendatangi peti jenazah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Ia mendekati istri dan ibu almarhum, menepuk pundak mereka sebagai ungkapan belasungkawa dan dukungan moral. Penghormatan serupa diberikan kepada Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan.
Momen paling mengharukan terjadi ketika Presiden mencium kening putra dari Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan. Tindakan spontan ini memicu isak tangis di antara para pelayat yang hadir.
Mantan Presiden Republik Indonesia juga turut hadir, mengenakan baret biru khas pasukan perdamaian PBB. Kehadirannya menambah kekhidmatan dalam prosesi tersebut.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat memimpin prosesi pelepasan resmi sebelum jenazah diberangkatkan ke rumah duka masing-masing.
Salah satu anggota keluarga yang ditinggalkan menyampaikan bahwa “kepergian mereka adalah kehilangan besar bagi bangsa,” namun ia menambahkan, “semangat pengabdian mereka akan selalu menjadi inspirasi.”











