Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berjanji akan menuntaskan masalah keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ribuan siswa. Prabowo juga menegaskan tidak ingin hambatan dalam program ini menjadi komoditas politik, setelah memantau perkembangan kasus tersebut dari luar negeri. Pernyataan ini disampaikan Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (27/9).
Sebagai langkah konkret, Prabowo menyatakan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta beberapa pejabat terkait lainnya untuk membahas penanganan kasus keracunan ini. Dia menekankan bahwa program MBG dirancang untuk anak-anak yang tidak mampu, bahkan masih ada yang hanya makan nasi dan garam, sehingga keberlanjutan program ini sangat penting.
BGN mencatat, sebanyak 5.914 penerima manfaat MBG telah mengalami keracunan sejak Januari hingga 25 September lalu. Kasus-kasus ini tersebar di 70 lokasi, dengan korban meliputi anak sekolah dan ibu hamil. Wilayah Jawa menjadi daerah tertinggi dengan 41 kasus yang melibatkan 3.610 orang.
Untuk mengatasi persoalan ini, BGN mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar segera memiliki Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan. Sertifikat ini, bersama dengan sertifikasi halal dan penggunaan air layak pakai, ditargetkan paling lambat rampung dalam waktu satu bulan.
“Kami memberikan batas waktu satu bulan untuk melengkapi SLHS, sertifikat halal, dan penggunaan air layak pakai,” ujar Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/9).










