Jakarta – PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, dengan laba bersih yang melesat signifikan lebih dari 1.200%. Kenaikan ini terjadi di tengah pertumbuhan tipis pendapatan bersih dan adanya penurunan laba kotor.
Laba bersih PPRE melonjak tajam menjadi Rp 104,97 miliar per kuartal III 2025. Angka ini merupakan peningkatan fantastis 1.266,18% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya Rp 7,68 miliar.
Dengan capaian tersebut, laba per saham dasar perseroan juga meningkat signifikan menjadi Rp 10,27 pada periode ini, dari sebelumnya Rp 0,75 per 30 September 2024.
Pendapatan bersih PPRE tercatat sebesar Rp 2,77 triliun per kuartal III 2025. Jumlah ini naik tipis dari Rp 2,71 triliun yang dibukukan pada kuartal III 2024.
Namun, laba kotor perseroan mengalami penurunan. Laba kotor pada kuartal III 2025 tercatat Rp 507,11 miliar, turun 13,97% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp 577,96 miliar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, harga pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp 2,19 triliun pada akhir September 2025, dari Rp 2,21 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan lainnya menunjukkan peningkatan signifikan, menjadi Rp 65,77 miliar pada periode ini, naik dari Rp 30,63 miliar per kuartal III 2024. Sementara itu, pos pendapatan keuangan tercatat kosong, padahal per akhir September 2024 masih ada Rp 659,73 juta.
PPRE juga berhasil meniadakan beberapa arus keluar dari aktivitas investasi. Ini termasuk pos penambahan tanah yang akan dikembangkan, penambahan investasi pada entitas asosiasi, penempatan investasi jangka panjang, dan penambahan properti investasi.
Adapun posisi keuangan PPRE per 30 September 2025 menunjukkan jumlah aset Rp 17,74 triliun, turun dari Rp 18,24 triliun per 30 September 2024.
Jumlah liabilitas perseroan juga turun menjadi Rp 5,96 triliun di akhir September 2025, dari Rp 16,04 triliun di akhir Desember 2024. Sementara itu, jumlah ekuitas tercatat Rp 11,78 triliun di kuartal III 2025, naik signifikan dari Rp 2,19 triliun di akhir tahun 2024.
Kas dan setara kas perseroan pada akhir September 2025 berada di angka Rp 47,10 miliar, turun dari Rp 64,73 miliar pada periode yang sama tahun lalu.












