Padang – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang meningkatkan pelayanan publik dengan mengandalkan teknologi dalam Operasi Ketupat Singgalang 2026. Inovasi ini dilakukan untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat selama periode Idul Fitri.
Wakapolresta Padang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi solusi untuk keterbatasan personel. “Kita sadar jumlah personel tidak bisa menjangkau seluruh wilayah secara bersamaan. Karena itu, kita gunakan aplikasi sebagai perpanjangan tangan agar bisa quick response terhadap laporan masyarakat,” jelasnya. Masyarakat diimbau untuk menggunakan call center 110 dan barcode pengaduan Propam untuk melaporkan kejadian dengan segera.
Sebagai bagian dari upaya pengamanan, Polresta Padang mendirikan 11 pos pengamanan yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Pos-pos tersebut terdiri dari satu posko terpadu, enam pos pelayanan, dan empat pos pengamanan. Penempatan pos didasarkan pada analisis potensi kerawanan dan kebutuhan di lapangan. “Total ada 11 pos yang kita siapkan,” ungkapnya saat meninjau pos pelayanan di Basko City Mall, Selasa (17/3/2026).
Fokus utama penempatan pos adalah pusat keramaian dan objek wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran. Pengecekan telah dilakukan di Posko Cimpago, kawasan Al Hakim, Ramayana Plaza Andalas, objek wisata, dan Pos Kuranji di Basko City Mall untuk memastikan kesiapan operasional.
Kesiapan pos-pos ini dinilai penting dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, terutama dengan meningkatnya mobilitas selama musim mudik Lebaran. Polresta Padang mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Lebaran dengan memanfaatkan layanan pengaduan yang telah disediakan.










