Bukittinggi – Polresta Bukittinggi mempercepat respons terhadap krisis air bersih yang melanda masyarakat Malalak Timur, Agam, pasca-bencana alam. Pada hari peninjauan, fokus utama adalah identifikasi lokasi strategis untuk pembangunan sumur bor, sebagai solusi jangka menengah.

Tim dari Polresta Bukittinggi, dipimpin oleh Kabag Ops, terjun langsung ke lapangan bersama personel Posko Bencana. Mereka melakukan survei mendalam, meneliti kondisi geografis dan potensi sumber air di wilayah terdampak.

Kabag Ops menekankan pentingnya survei lokasi tersebut. “Pengecekan lokasi ini krusial untuk memastikan bahwa pembangunan sumur bor akan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Kasi Humas, Kapolresta Bukittinggi menyampaikan bahwa penyediaan air bersih adalah prioritas utama dalam penanggulangan bencana. Polresta Bukittinggi, melalui program “Polri Untuk Masyarakat,” berupaya membangun sumur bor yang dilengkapi sarana pendukung.

Selain peninjauan lokasi, Polresta Bukittinggi aktif menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan warga setempat. Koordinasi ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi detail mengenai kebutuhan spesifik masyarakat dan memastikan kelancaran proses pembangunan sumur bor.

Polresta Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.