Jakarta – Bentrokan antara polisi dan massa demonstrasi “Revolusi Rakyat Indonesia” pecah di kawasan kolong jembatan layang Pejompongan, Jakarta, Senin (25/8/2025) malam. Peristiwa ini terjadi hingga pukul 21.35 WIB.

Massa aksi yang sebagian besar mengenakan seragam sekolah putih abu-abu terlibat saling dorong dan lempar dengan aparat keamanan.

Awalnya, demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung MPR/DPR/DPD berangsur-angsur bubar. Namun, puluhan demonstran berseragam sekolah tetap bertahan di kolong flyover Pejompongan, sekitar 800 meter dari gerbang utama gedung DPR.

Ketegangan memuncak saat pasukan gabungan TNI-Polri melintas dan berupaya membubarkan mereka. Polisi menembakkan gas air mata setelah mendapat lemparan batu dan petasan dari demonstran.

Warga sekitar yang keluar rumah meminta polisi untuk tidak menembakkan gas air mata ke arah permukiman. “Jangan ke arah sini pak, ada warga,” teriak seorang warga.

Polisi melalui pengeras suara meminta demonstran yang bukan warga segera meninggalkan lokasi.

Setelah massa demonstran mundur ke arah barat, pasukan gabungan TNI-Polri meninggalkan lokasi kejadian.

Seruan aksi demonstrasi “Revolusi Rakyat Indonesia” sebelumnya viral di media sosial. Gerakan yang mengatasnamakan diri “Revolusi Rakyat Indonesia” mengajak elemen masyarakat, buruh, petani, dan mahasiswa untuk turun ke jalan.

Tuntutan utama mereka adalah pengusutan kasus dugaan korupsi keluarga mantan presiden Joko Widodo hingga pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka juga menyerukan DPR untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.