Guguak – Misteri kematian seorang pensiunan guru di Nagari VII Koto Talago, Kabupaten Lima Puluh Kota, masih belum terpecahkan setelah dua bulan berlalu. Lidia (61), ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Jorong Talago pada 19 Desember 2025, dalam kondisi yang mencurigakan.
Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap kasus ini, meskipun dihadapkan pada minimnya bukti yang signifikan. Masyarakat Nagari VII Koto Talago masih diliputi tanda tanya besar mengenai motif dan identitas pelaku pembunuhan tersebut.
Adif Putra Zodia, anak korban, menyampaikan harapannya agar pihak kepolisian dapat segera memberikan kejelasan hukum terkait kasus yang menimpa ibunya. “Sudah dua bulan kasus kematian ibu belum juga terungkap,” ungkapnya pada Kamis (19/2/2026). Ia menambahkan, “Siapa pelaku dan apa motif pembunuhan ini belum diketahui. Harapan kami sebagai keluarga, kepolisian bisa segera mengungkap peristiwa ini sehingga ada kepastian hukum.”
Kepolisian Resor Lima Puluh Kota menyatakan bahwa penyelidikan intensif terus dilakukan. Syaiful Wachid, Kapolres Lima Puluh Kota, menjelaskan bahwa langkah-langkah yang telah diambil meliputi pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan laboratorium forensik, termasuk autopsi jenazah korban.
“Kita masih bekerja dan terus mendalami kasus ini,” ujar Syaiful.
Ia mengakui bahwa penyidik mengalami kendala akibat kurangnya bukti dan belum adanya saksi yang memberikan petunjuk yang jelas mengenai pelaku. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berhati-hati dan konsisten dalam mengusut tuntas kasus ini.
“Kita penuh kehati-hatian dalam mengungkap pelaku,” tegasnya. Ia juga meminta, “Kami minta keluarga tetap sabar dan terus mendukung upaya tim kepolisian. Intinya, kami terus bekerja dan memburu siapa pelakunya.”
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi, namun belum ada keterangan yang mengarah pada identifikasi pelaku.
“Mari sama-sama kita berdoa agar perkara ini segera terungkap dan pelaku ditangkap,” imbuhnya. “Harapan kami sama dengan keluarga korban.”
Menurut keterangan kepolisian, insiden tragis ini bermula ketika suami korban, YZ (62), meninggalkan rumah sekitar pukul 04.20 WIB untuk melaksanakan salat subuh di masjid. Saat itu, Lidia masih berada di rumah dan berencana untuk menyusul.
Sekitar pukul 05.20 WIB, YZ kembali ke rumah dan mendapati listrik padam karena sekring mati. Setelah listrik dinyalakan kembali, ia menemukan istrinya tergeletak di halaman rumah dalam kondisi yang memprihatinkan.
Lidia ditemukan masih mengenakan mukena berwarna ungu, dengan wajah berlumuran darah. Saksi kemudian meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Guguak sekitar pukul 06.45 WIB. Pihak kepolisian memastikan bahwa korban telah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Penyelidikan terus berlanjut, dan keluarga serta masyarakat menantikan pengungkapan misteri kematian Lidia.












