Padang – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat telah menyalurkan bantuan finansial kepada ratusan keluarga yang terkena dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam dan Kota Padang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Aristo Munandar, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 858 juta. “Masing-masing keluarga mendapatkan BNT senilai 1 juta rupiah,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan BNT di Palanta Walikota Padang.

Menurut Aristo, bantuan tersebut diberikan kepada 544 KK di Kabupaten Agam dan 314 KK di Kota Padang. Ia menjelaskan bahwa proses penentuan penerima bantuan telah dilakukan secara cermat dan melibatkan berbagai pihak. “Dilakukan melalui penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, kecamatan, PMI, serta IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid,” jelasnya.

Kriteria penerima BNT meliputi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat bencana, pemilik rumah pribadi, dan belum menerima bantuan hunian sementara atau tetap dari pemerintah. Selain itu, penerima juga tidak boleh berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil, pejabat pemerintah, polisi, maupun militer. Aristo menambahkan, “Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini. Seperti Lansia, Ibu Hamil, Anak-anak, Disabilitas, dan Perempuan yang sebagai kepala keluarga.” Dalam penyaluran bantuan ini, PMI bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia.

Fadly Amran, Walikota Padang, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PMI. Ia menyatakan, “Mulai dari sembako, kebutuhan rumah lainnya, hingga dukungan membersihkan rumah. Bahkan sampai saat ini bantuan air bersih untuk masyarakat dari PMI juga masih berjalan.” Fadly juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi bersama PMI.

Widya (45), seorang warga Tabiang Banda Gadang yang menjadi penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya. “Sekarang masih ngontrak, karna rumahnya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah bisa nambah bayar uang sewanya,” tuturnya. Widya berencana menggunakan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan menyambut lebaran dan membayar sewa rumah sementara. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan serentak pada hari Jumat (13/3).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.