Jakarta – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) kembali menjadwalkan pelaksanaan rights issue jumbo yang sempat tertunda. Perseroan menawarkan 1,21 miliar saham baru.
Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 6,69% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) III. Nilai nominal saham ditetapkan Rp 100 per lembar.
Harga pelaksanaan rights issue ini adalah Rp 12.975 per saham.
Cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 8 Desember 2025. Sementara itu, periode perdagangan dan pelaksanaan rights akan berlangsung pada 12–18 Desember 2025.
Setiap pemegang 50.831 saham lama berhak atas 3.646 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Sebagai pemegang saham mayoritas, PT Multi Artha Pratama (MAP) akan menerima hak sebesar 1,06 miliar HMETD. MAP menyatakan komitmennya untuk melaksanakan sebanyak 385,35 juta HMETD atau 36,21% dari total HMETD yang menjadi haknya. Nilai pemesanan ini mencapai Rp 4,99 triliun.
Jika ada saham baru yang tidak diambil, maka akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang memesan lebih besar dari haknya secara proporsional. PT MAP juga berhak mendapatkan alokasi tambahan hingga 42,31%.
Sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh MAP maupun masyarakat akan diambil bagian oleh PT BCA Sekuritas sebanyak-banyaknya 151,61 juta saham dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebanyak-banyaknya 77,07 juta saham.
Manajemen PANI menyatakan bahwa jika masih terdapat sisa saham setelah alokasi tambahan dan pembeli siaga, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel perseroan.
Dana yang diperoleh dari PMHMETD III, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk dua hal utama.
Sebesar Rp15,12 triliun akan digunakan untuk menambah penyertaan saham pada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melalui pembelian saham yang dimiliki oleh Agung Sedayu (AS) dan PT Tunas Mekar Jaya (TMJ).
Terdapat dua opsi terkait penggunaan dana ini.
Opsi pertama, jika masyarakat tidak melaksanakan rights, dana yang dihimpun mencapai Rp 13,8 triliun dan akan digunakan untuk membeli 37,77% saham CBDK atau setara 2,14 miliar saham.
Opsi kedua, jika masyarakat melaksanakan setidaknya 68,4% haknya, dana yang dihimpun mencapai Rp 15,1 triliun dan akan digunakan untuk membeli 41,37% saham CBDK atau setara 2,34 miliar saham. Harga pembelian saham CBDK tetap Rp 6.450 per saham.
Sisa dana akan digunakan PANI untuk penyertaan modal pada tiga entitas anak usaha melalui pembelian saham baru yang akan diterbitkan untuk belanja modal, termasuk pengembangan infrastruktur.
Dengan asumsi MAP melaksanakan rights sesuai komitmen, masyarakat melaksanakan seluruh rights, dan pembeli siaga melaksanakan komitmen, maka kepemilikan MAP akan menjadi 86,52% saham PANI setelah rights issue. Sebelum rights issue, MAP memiliki 87,78% saham PANI.
Sebelumnya, PANI berencana melakukan rights issue sebanyak 1,11 miliar saham atau 6,19% dari modal ditempatkan dan disetor setelah rights issue, dengan harga Rp 15 ribu per saham. Potensi dana yang bisa diraup mencapai Rp 16,73 triliun.
Pada jadwal sebelumnya, cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 25 November 2025, sementara periode perdagangan rights berlangsung 1-5 Desember 2025.












