Zurich – FIFA telah merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen akbar ini diikuti oleh 48 negara yang akan bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan penggemar adalah, apakah trofi Piala Dunia terbuat dari emas?
Trofi Piala Dunia terbuat dari emas 18 karat (75%). Trofi ini memiliki dasar berdiameter 13 cm yang menampilkan dua strip perunggu dengan tinggi 36,5 cm dan berat 6,175 kg.
Nilai trofi ini pun fantastis. Dasar trofi tersebut bernilai sekitar USD 161.000 atau setara dengan Rp 2,51 miliar (kurs Rp 15.600/USD). Secara keseluruhan, nilai trofi tersebut mencapai USD 20 juta atau sekitar Rp 312 miliar.
Trofi Piala Dunia dibuat oleh seniman asal Milan, Italia, Silvio Gazzaniga pada tahun 1971. Gazzaniga bekerja sama dengan perusahaan manufaktur Bertoni di Milan dalam proses pembuatannya. Hal ini dilakukan setelah Brasil mempertahankan trofi sebelumnya usai menjuarai Piala Dunia tiga kali pada 1958, 1962, dan 1970.
Trofi Piala Dunia yang terbuat dari emas ini menjadi trofi olahraga termahal di dunia. Namun, trofi tersebut tidak boleh dibawa pulang oleh pemenang Piala Dunia.
Pemenang hanya menerima replika perunggu berlapis emas. Sementara trofi Piala Dunia yang asli disimpan di Museum Sepak Bola Dunia FIFA di Zurich, Swiss. Trofi asli juga ditampilkan dalam acara-acara resmi, seperti pengundian grup.
Saat ini, trofi Piala Dunia diberi nama Jules Rimet untuk menghormati presiden ketiga FIFA yang berperan penting dalam menciptakan turnamen pada tahun 1929.
Trofi Jules Rimet pernah dicuri dari markas Konfederasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro pada 19 Desember 1983 dan tidak pernah ditemukan hingga saat ini.
Sejak 1974, trofi baru karya Silvio Gazzaniga digunakan dan tetap menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia. Keberadaannya bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga sejarah, seni, dan kebanggaan bagi negara yang berhasil mengangkatnya.












