Padang Panjang – Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Sumatera Barat, bertransformasi menjadi pusat inovasi teknologi berbasis nilai Islam. Pesantren ini mengintegrasikan kajian kitab kuning dengan sains dan teknologi modern.
Pendekatan ISTEM (Islamic, Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi landasan utama pembelajaran di pesantren ini. Inovasi ini selaras dengan warisan intelektual Buya Hamka.
Pemanfaatan teknologi di pesantren ini berlandaskan tauhid dan etika Islam. Santri tidak hanya belajar coding atau kecerdasan buatan (AI) secara teknis, tetapi juga memahami aspek sosial dan tanggung jawab.
Pesantren Kauman menjadikan lingkungannya sebagai laboratorium hidup. Beberapa proyek nyata yang sudah berjalan antara lain: perangkat penyiram tanaman otomatis berbasis sensor kelembapan, aplikasi dakwah digital, perpustakaan kitab online, hingga kuis keislaman.
AI dan coding menjadi kompetensi inti santri. Aplikasi Qur’an dengan tajwid interaktif hingga chatbot fikih dasar menjadi bagian dari AI for Islamic Studies.
Python dan JavaScript digunakan untuk melatih pola pikir logis, sejalan dengan metode ushul fiqh dalam Islam.
Transformasi ini mencerminkan “DNA Buya Hamka” dengan empat karakter utama: terbuka pada ilmu dan teknologi modern, multidisipliner, relevansi sosial, dan pemberdayaan umat.
Langkah Pesantren Kauman membuktikan bahwa modernisasi pesantren bukan sekadar jargon. Integrasi ISTEM dan digitalisasi menunjukkan bahwa pusat inovasi teknologi dapat lahir dari lingkungan pendidikan Islam tradisional.











