Padang – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Padang terus berpacu dengan waktu untuk menormalkan kembali pasokan air bersih bagi warga, pasca-bencana banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah. Hingga 16 Mei, upaya perbaikan infrastruktur vital telah mencapai 86 persen.
Fokus utama saat ini adalah mempercepat perbaikan pipa utama, instalasi pengolahan air, serta jaringan distribusi yang menghubungkan sumber air ke rumah-rumah penduduk. Seluruh sumber daya teknis Perumda AM Padang telah dikerahkan secara maksimal untuk mempercepat proses normalisasi layanan.
Menurut keterangan yang disampaikan, sebagian besar wilayah kini telah merasakan kembali manfaat air bersih. “Sebagian besar wilayah sudah kembali teraliri air bersih,” ujarnya, seraya menambahkan, “Kami optimistis seluruh jaringan terdampak dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa bulan ke depan.”
Namun, diakui bahwa masih terdapat beberapa wilayah yang memerlukan perhatian khusus karena tingkat kerusakan yang lebih signifikan. Kawasan Guo menjadi salah satu prioritas utama mengingat kerusakan infrastruktur yang cukup parah di wilayah tersebut.
“Wilayah Guo membutuhkan penanganan lebih intensif,” katanya, menegaskan bahwa, “Proses perbaikan tetap kami prioritaskan meski membutuhkan waktu lebih lama.”
Perumda AM Padang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat atas kesabaran yang telah ditunjukkan selama masa sulit ini. Perusahaan menegaskan komitmen penuh untuk segera memulihkan distribusi air bersih, demi mendukung kesehatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari warga.
Upaya pemulihan layanan air bersih ini dianggap sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kota Padang, sejalan dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah untuk memulihkan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.











