Padang – Warga Kota Padang masih merasakan dampak banjir besar yang menyebabkan gangguan distribusi air bersih. Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus berupaya memulihkan layanan.
Kondisi air baku yang ekstrem menjadi penyebab utama terhambatnya operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA). Lumpur dan sampah menyumbat intake dan merusak unit pengolahan.
Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyebut perubahan kualitas air baku sangat signifikan. “Air baku berubah total. Lumpur terlalu tinggi,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Kekeruhan air sungai meningkat drastis akibat material banjir. IPA memiliki keterbatasan dalam memproses air dengan kondisi tersebut.
Selain masalah air baku, IPA juga mengalami kendala teknis pada unit sedimentasi dan filter. Lumpur tebal memenuhi kolam dan menyumbat filter pasir.
Perumda AM Padang tidak dapat langsung mengalirkan air ke pelanggan meski listrik dan pompa sudah berfungsi. Pengisian pipa distribusi harus dilakukan bertahap.
Saat ini, seluruh personel Perumda AM Padang dikerahkan untuk mempercepat perbaikan. Mobil tangki air disiagakan untuk melayani pelanggan yang terdampak.











