Padang – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang tengah berjuang mengatasi dampak kekeringan yang memperparah krisis air bersih di tengah upaya pemulihan pascabanjir bandang. Distribusi air bersih melalui mobil tangki dimaksimalkan ke permukiman warga.
Hendra Pebrizal, Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, menjelaskan bahwa pengisian mobil tangki dipusatkan di IPA Palukahan dan IPA Sikayan. “Pelanggan dan nonpelanggan diperbolehkan mengambil air,” ujarnya. Langkah ini diambil seiring dengan belum pulihnya layanan air bersih pascabanjir bandang yang melanda November 2025 lalu.
Perusahaan mengklaim telah berhasil menjangkau 99 persen pelanggannya hingga Jumat (23/1/2026). Capaian ini mencakup 128.000 pelanggan yang telah kembali mendapatkan suplai air bersih. “Alhamdulillah layanan air bersih sejak 24 Desember 2025 sudah mencapai 99 persen,” kata Hendra di kantornya. Ia menambahkan bahwa pemulihan berjalan cepat, meskipun terdapat keterlambatan akibat proses pembangunan ulang pascabencana.
Namun, sekitar 1.125 sambungan rumah atau satu persen pelanggan masih belum terlayani akibat kendala konstruksi jaringan. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Pauh, di mana 65 pelanggan tidak dapat dilayani karena pipa putus di Jembatan Gunung Nago.
Perumda AM memberikan layanan khusus melalui mobil tangki dan tedmon tiga kali sehari bagi wilayah yang masih terkendala. “Area pusat masih terkendala karena produksi IPA Gunung Pangilun belum maksimal. Sumber air baku masih keruh akibat proses normalisasi,” jelas Hendra. Lumpur di sumber air juga turut menekan kapasitas produksi. “Meski produksi terbatas, kami tetap melayani masyarakat melalui mobil tangki dan tedmon,” imbuhnya.
Normalisasi Sungai Batu Busuk dan Sungai Kuranji diharapkan segera rampung. Kedua sungai tersebut menyumbang debit air 500 liter per detik. Hendra optimistis pelayanan akan pulih 100 persen setelah normalisasi selesai. “Sekarang ada pengerjaan normalisasi, jadi airnya keruh,” ungkapnya. Jika air bersih, produksi bisa maksimal 500 liter per detik, sehingga layanan pusat kota menjadi lebih maksimal.
Banjir bandang sebelumnya merusak tujuh intake milik Perumda AM Kota Padang, serta infrastruktur dan jembatan penunjang jaringan air bersih. Upaya pemulihan dilakukan secara cepat sehingga gangguan pelayanan tidak berlangsung lama.
Perumda AM Kota Padang memastikan bantuan tidak terbatas bagi pelanggan. Seluruh masyarakat terdampak banjir tetap mendapatkan distribusi air bersih. “Kami membantu semua masyarakat terdampak banjir. Bantuan berupa air bersih melalui mobil tangki dan tedmon,” kata Hendra. Perumda AM juga menyalurkan pipa bekas untuk membantu warga menyambung kembali saluran irigasi yang rusak. “Kami memberikan pipa bekas yang masih layak pakai. Pipa baru tidak memungkinkan karena prosedur,” pungkas Hendra.











