Parit Malintang – Kabupaten Padang Pariaman merayakan hari jadinya yang ke-193 dengan fokus pada pemulihan pasca-bencana. Perayaan HUT tahun ini diselenggarakan dalam rapat paripurna DPRD yang berlangsung di Aula IKK.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Aprinaldi, didampingi oleh Wakil Ketua Wira Satria dan Firman. Sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Firdaus Firman, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz, Wakil Bupati Rahmad Hidayat, serta perwakilan Forkopimda dan anggota DPRD.

Dalam pidatonya, Aprinaldi menekankan pentingnya hari jadi sebagai penanda identitas dan sejarah daerah. “Hari jadi merupakan salah satu wujud identitas Daerah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peringatan ini diharapkan dapat membawa kemaslahatan, kesuksesan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Tema HUT ke-193 Kabupaten Padang Pariaman, “Bangkit Lebih Cepat Menuju Kabupaten Padang Pariaman Tangguh,” mencerminkan semangat untuk bangkit dari keterpurukan, bergerak responsif, mempercepat pemulihan, memperbaiki pelayanan publik, serta memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial.

Aprinaldi juga menyoroti dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada sarana prasarana, infrastruktur, jalan, jembatan, sekolah, lahan pertanian, dan sektor lainnya.

Pemerintah daerah diapresiasi atas upaya penanganan bencana yang telah dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, LSM, DPRD, serta masyarakat. “Kami mengapresiasi dan mendukung kebijakkan pemerintah Daerah atas segala niat, daya dan upayanya bersama TNI, Polri, Relawan, LSM, DPRD dan masyarakat ranah dan rantau dalam melakukan penanganan bencana ini,” kata Aprinaldi.

Bupati John Kenedy Aziz menjelaskan bahwa kelahiran Kabupaten Padang Pariaman didasarkan pada UU No 12 tahun 1956 sebagai daerah otonom di Provinsi Sumatera Tengah. Ia juga menyinggung dinamika wilayah yang dialami kabupaten ini, termasuk pemekaran Kota Padang, pembentukan Kabupaten Mentawai, dan Kota Pariaman.

Kabupaten Padang Pariaman saat ini memiliki luas 1.343,56 Km persegi dengan 17 kecamatan, 103 nagari, dan populasi sekitar 459 ribu jiwa.

Aziz mengungkapkan bahwa menjelang satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, mereka dihadapkan pada bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang berdampak pada ekonomi, sosial, infrastruktur, serta menyebabkan korban jiwa dan pengungsian.

Pemerintah Kabupaten, menurut Aziz, telah mengambil langkah cepat dengan turun langsung ke lapangan, membuka posko penanganan bencana, berkoordinasi dengan BNPB, serta melakukan langkah-langkah pemulihan dan rehabilitasi pasca bencana.

Dalam momentum HUT ke-193 ini, Aziz mengajak seluruh pemangku kepentingan, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, perantau, serta masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun pasca bencana.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.