Agam – Perburuan babi hutan di Nagari Koto Tuo, Agam, Sumatera Barat, menuai kontroversi setelah seekor kucing anggora tewas diserang anjing pemburu, Rabu (12/11).
Kegiatan perburuan ini bukan “Alek Nagari Buru Babi” berskala besar, melainkan “buru antisipasi” untuk melindungi warga dari serangan babi hutan, kata Walijorong Lurah, Nagari Koto Tuo, Rahmad.
Rahmad menjelaskan, perburuan dilakukan setelah babi hutan memasuki perkampungan dan melukai warga.
Pihaknya mengklaim telah mengimbau warga untuk mengamankan hewan peliharaan di dalam kandang melalui pengumuman di masjid, terkait insiden kematian kucing anggora.
Walijorong menyayangkan pemberitaan yang beredar luas, sementara kegiatan perburuan masih terus berlangsung.










