Ade Rezki AGAM – Kondisi sanitasi dan cuaca ekstrem pasca-bencana banjir dan Tanah Longsor di Sumbar mulai memicu krisis kesehatan sekunder di lokasi pengungsian. Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Ade Rezki Pratama, mendapati lonjakan kasus penyakit di kantong-kantong pengungsian.
Berdasarkan tinjauan lapangannya, Ade merinci tiga keluhan utama pengungsi: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit (gatal-gatal), serta demam batuk-pilek.
“Kondisi di lapangan memprihatinkan. Curah hujan tinggi dan lingkungan yang belum pulih membuat pengungsi rentan terserang penyakit. Ini tidak bisa dianggap remeh,” ujar Ade.
Merespons hal ini, Ade telah menggunakan fungsi pengawasannya untuk berkoordinasi langsung dengan Menteri Kesehatan dan Sekretaris Jenderal Kemenkes. Ia memastikan rantai pasok obat tidak boleh putus.
“Kami sudah pastikan ke Kemenkes, logistik obat-obatan, antibiotik, dan vitamin statusnya standby. Jika stok di gudang farmasi daerah menipis, pusat akan langsung kirim. Tidak ada alasan obat kosong di saat darurat seperti ini,” tegas politisi muda tersebut. (gdo)










