Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem yang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur signifikan di berbagai wilayah. Fokus utama saat ini adalah pemulihan tanggul dan pengaman tebing sungai yang mengalami kerusakan terparah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pariaman telah menyusun rencana aksi yang komprehensif, dimulai dengan pembersihan material longsor yang menghambat akses jalan. “Untuk pembersihan timbunan longsor, kita menggunakan dana BBM alat berat yang memang sudah ada dalam mata anggaran,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Pariaman, Riko Jamal.
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah daerah berencana untuk menggabungkan anggaran APBD 2026 dengan dukungan dari Balai Sungai. Menurut Riko, kerjasama ini akan membantu meringankan beban anggaran daerah. “Untuk pengaman tebing, itu masuk pengerjaan tahun 2026 melalui APBD,” jelasnya. Ia menambahkan, “Dengan pola seperti itu, kita bisa menekan biaya APBD. Bantuan bronjong sangat membantu, apalagi kondisi tebing-tebing di beberapa titik cukup rawan.”
Bantuan teknis berupa bronjong telah diajukan ke Balai Sungai, sementara APBD akan menanggung biaya pemasangan batu kali dan upah pekerja. Dinas PUPR menargetkan pembersihan timbunan longsor dapat diselesaikan dalam tiga hari, sehingga akses warga dapat segera pulih. Perbaikan tanggul akan dimulai setelah kondisi sungai stabil.
“Air harus benar-benar surut dulu sebelum kita mulai pengerjaan. Di Santok, kita prioritaskan perbaikan bendungan karena ada tambahan bronjong dari Balai Sungai,” kata Riko.
Sementara itu, untuk jalan yang putus di kawasan Kampung Apar, pemerintah telah memasang garis polisi sambil menunggu bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kita sudah ajukan ke BNPB. Kondisi jalan itu tidak memungkinkan diperbaiki cepat hanya dengan APBD,” tambahnya.
Dengan kombinasi tindakan darurat, bantuan teknis, dan perencanaan jangka panjang, Pemerintah Kota Pariaman berharap dapat meminimalkan risiko bencana susulan, terutama di area tebing dan aliran sungai yang saat ini sedang dalam proses pemulihan.











