Bantul – PSIM Yogyakarta berhasil mengamankan tiga poin krusial di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung, Minggu, setelah mengalahkan Semen Padang FC dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Gol tunggal dari titik penalti oleh Jose Pedro “Ze” Magalhaes Valente pada menit ke-64 menjadi penentu kemenangan bagi Laskar Mataram.
Pertandingan dimulai dengan inisiatif serangan dari tim tamu, Semen Padang, yang langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan PSIM. Tuan rumah merespons dengan membangun serangan melalui umpan-umpan pendek. Kombinasi antara Norberto Ezequiel Vidal dan Ze Valente nyaris membuahkan hasil, namun tendangan Valente dari dalam kotak penalti masih bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Semen Padang, Arthur Augusto.
Pada menit ke-17, Semen Padang kembali mengancam melalui tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang dilepaskan oleh Cornelius Ezekiel Stewart, namun bola masih melenceng dari sasaran. Babak pertama berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Di babak kedua, PSIM meningkatkan intensitas serangan mereka. Semen Padang melakukan pergantian pemain pada menit ke-51, memasukkan Samuel Christianson menggantikan Juliansyah. Selang satu menit, Stewart kembali mencoba peruntungannya, namun usahanya belum membuahkan hasil.
Pada menit ke-58, Nermin Haljeta mencoba melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Semen Padang, namun usahanya berhasil dihentikan oleh Arthur Augusto. PSIM akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-64 setelah Valente sukses mengeksekusi penalti.
Tertinggal satu gol, Semen Padang berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Leo Guntara sempat mencoba peruntungan pada menit ke-85, namun usahanya kembali digagalkan oleh barisan pertahanan PSIM. Skor 1-0 untuk keunggulan PSIM bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menanggapi kemenangan tersebut, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengakui bahwa pertandingan tersebut tidaklah mudah. “Saya pikir pada akhirnya kita pantas menang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Pertandingannya sangat sulit karena lawan bermain sangat defensif, tapi hari ini kita layak mendapatkan hasil ini.” Van Gastel juga menyoroti bahwa Semen Padang bermain disiplin dengan garis pertahanan rendah, sehingga menyulitkan timnya untuk menciptakan ruang. Ia juga menekankan perlunya perbaikan dalam aspek transisi bertahan dan efektivitas tembakan ke arah gawang.
Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, mengucapkan selamat kepada PSIM Yogyakarta atas kemenangan yang diraih. “Kami bertemu lagi di putaran kedua nanti di Padang. Semoga kami bisa membalas hasil ini di sana,” katanya. Antonic juga menyinggung keputusan wasit yang menurutnya perlu dievaluasi, terutama terkait potensi penggunaan VAR sebelum terjadinya penalti. Ia menyimpulkan, “Kalau tim lawan memang lebih bagus, tidak ada masalah. Akan tetapi hari ini saya melihat hal-hal yang harus diperbaiki ke depannya.”











