Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi peningkatan signifikan timbulan sampah yang diperkirakan akan terjadi seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemprov Sumbar meluncurkan gerakan “Mudik Minim Sampah”. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama perayaan Idul Fitri. Diharapkan, gerakan ini dapat meminimalisir dampak negatif dari peningkatan volume sampah terhadap lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar saat ini tengah menyusun surat edaran Gubernur yang akan ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayah Sumbar. Surat edaran ini akan berisi imbauan terkait penguatan pengelolaan sampah di lokasi-lokasi strategis yang diprediksi akan menjadi pusat keramaian pemudik.

Menurut keterangan dari DLH Sumbar, Tasliatul Fuadi, surat edaran tersebut akan menekankan pentingnya penyediaan sarana persampahan yang memadai di titik-titik keramaian. “Surat edaran Gubernur sedang kita siapkan,” ungkapnya pada Minggu (15/3), “Isinya mengimbau kabupaten dan kota untuk menyiapkan sarana persampahan di berbagai lokasi yang dipadati pemudik.”

Fokus utama dari imbauan ini adalah rest area, SPBU, dan masjid-masjid yang berada di sepanjang jalur mudik. Lokasi-lokasi ini seringkali menjadi tempat istirahat para pemudik. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan ketersediaan tempat sampah yang mencukupi serta pengelolaan sampah yang efektif di area-area tersebut.

Masjid-masjid yang terletak di jalur utama mudik juga diimbau untuk membuka layanan selama 24 jam. Selain menyediakan tempat singgah yang nyaman bagi pemudik, masjid-masjid tersebut juga diharapkan dilengkapi dengan fasilitas tempat sampah yang memadai. “Biasanya pemudik banyak beristirahat di SPBU dan masjid di pinggir jalan,” jelasnya, “Karena itu kita minta disiapkan tong sampah dan pengelolaannya.”

Selain jalur mudik, kawasan wisata juga menjadi perhatian serius. Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran seringkali menyebabkan peningkatan volume sampah di lokasi wisata. Pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk melakukan pengawasan dan menyediakan sarana persampahan yang memadai di objek wisata. Ia menambahkan, “Selama Lebaran, kawasan wisata pasti ramai. Kita tidak ingin sampah menumpuk karena tidak tersedia fasilitas yang memadai.”

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.