Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggandeng sektor swasta untuk mempercepat peningkatan jumlah Sekolah Adiwiyata. Kolaborasi ini berlangsung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah ini menjadi terobosan untuk mengejar target nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan minimal 20 persen sekolah di setiap provinsi berpredikat Adiwiyata pada 2030.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar, Andi Irawan, menyampaikan hal tersebut.

Saat ini, baru sekitar empat persen sekolah menengah di Sumbar yang berpredikat Adiwiyata. Dari 763 SMA/SMK/MA, baru 15 sekolah meraih kategori Adiwiyata Provinsi, 8 sekolah kategori Adiwiyata Nasional, dan 2 sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri sejak 2021 hingga 2024.

DLH Provinsi Sumbar telah menjalin kerja sama dengan PT Semen Padang dan PT Tirta Investama (AQUA) melalui program TJSL. Kedua perusahaan akan menjadi “Bapak Angkat” bagi sejumlah sekolah binaan.

Dukungan yang diberikan meliputi peningkatan sarana-prasarana, pelatihan bagi warga sekolah, serta penguatan kapasitas pengelolaan lingkungan. Sekolah binaan tahap awal antara lain SMA dan SMK Semen Padang serta SMKN 2 Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Andi menjelaskan, Sekolah Adiwiyata bukan hanya sekolah yang hijau dan bersih. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang warganya memiliki kesadaran serta perilaku peduli lingkungan.

Pengelolaan sampah, sanitasi, air bersih, serta penghijauan menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Kerja sama ini memberikan manfaat timbal balik. Sekolah terbantu dalam pengelolaan lingkungan tanpa membebani APBD, sementara perusahaan mendapatkan penguatan citra positif.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.