Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mengambil langkah strategis dalam upaya menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian para pedagang Pasar Pusat Pertokoan Payakumbuh yang sempat terhenti akibat musibah kebakaran. Pada hari Sabtu (20/12/2025), sebanyak 218 pedagang yang telah melalui proses verifikasi mengikuti pengundian nomor kios penampungan yang diselenggarakan di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Komplek Pasar Ibuh Blok Barat.
Menurut Asisten II Bidang Ekonomian dan Pembangunan Kota Payakumbuh, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk memulihkan kondisi ekonomi para pedagang pasca-kebakaran yang terjadi pada 26 Agustus 2025. “Atas arahan Wali Kota, pemerintah hadir tidak hanya membangun fisik kios penampungan, tetapi juga memastikan proses penempatannya berjalan transparan, adil, dan berpihak kepada pedagang yang benar-benar terdampak,” ujarnya.
Pembangunan kios penampungan ini bersifat sementara, sebagai solusi transisi sebelum penataan pasar permanen dapat direalisasikan secara menyeluruh. Sebanyak 202 unit kios telah didirikan di dua lokasi yang dianggap strategis, yaitu Jalan Sutan Usman dan Belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago.
Keberadaan kios penampungan ini dinilai krusial bagi keberlangsungan usaha para pedagang. “Yang terpenting, pedagang bisa kembali beraktivitas, memiliki kepastian tempat usaha, dan penghasilan mereka tidak terputus. Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, menyampaikan bahwa proses lotting berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari para pedagang. “Alhamdulillah, proses lotting hari ini berjalan lancar dan dapat diterima oleh pedagang. Sejak awal kami tekankan bahwa penempatan dilakukan secara terbuka dan adil, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Setiap pedagang berhak atas satu kios sesuai dengan nomor yang diperoleh dan tidak diperkenankan untuk memindahtangankannya. “Prinsipnya, kios ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang yang bersangkutan. Jika ada yang melanggar ketentuan, termasuk memindahtangankan kios, maka pemerintah akan mengambil alih dan memberikannya kepada pedagang lain yang belum mendapatkan,” jelasnya.
Pedagang yang belum mendapatkan kios fisik akan menjadi prioritas dalam pembangunan kios penampungan tambahan yang direncanakan pada awal Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah juga memberikan keringanan berupa pembebasan retribusi pasar selama satu tahun, dengan pengecualian tagihan listrik.
Faizal berharap bahwa kios penampungan ini dapat menjadi katalisator bagi pemulihan ekonomi para pedagang pasca-kebakaran. “Kami ingin kios penampungan ini langsung hidup dan menjadi ruang pemulihan ekonomi bagi pedagang pascakebakaran,” harapnya.
Ayu Suhana, seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran, mengungkapkan rasa syukurnya atas penyediaan kios penampungan ini. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berdagang kembali. Hampir empat bulan kami tidak bisa berjualan, tentu sangat berat bagi kami pedagang kecil,” ucapnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Payakumbuh. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh yang sudah memfasilitasi kami dengan kios penampungan ini. Harapan kami, Pasar Payakumbuh bisa segera dibangun kembali agar aktivitas perdagangan bisa normal seperti dulu,” pungkasnya.
Proses lotting ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Forkopimda Kota Payakumbuh, para asisten wali kota, jajaran Satpol PP Payakumbuh, Dinas Koperasi dan UKM, Diskominfo Payakumbuh, Kabag Perekonomian, pengurus IP3, serta para pedagang terdampak.












