Padang – Pemerintah Kota Padang mencatat sebanyak 12.012 penyandang disabilitas di wilayahnya telah terdata secara lengkap. Data tersebut, yang dimutakhirkan berdasarkan nama dan alamat, merupakan upaya memastikan keakuratan dan efektivitas penyaluran bantuan.
Kepala Dinas Sosial Padang, Heriza Syafani, mengatakan dalam audiensi dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI di Lounge Akmal Usman, Balai Kota Aie Pacah, Rabu (2/7/2025), bahwa jumlah tersebut adalah hasil pendataan terbaru. “Kita sudah memiliki data lengkap berdasarkan nama dan alamat,” ujarnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Anggota KND RI Rahmanita Maun Harahap, Plh Sekda Corri Saidan, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang.
Heriza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen mendukung kesejahteraan penyandang disabilitas melalui bantuan langsung dan program pemberdayaan. Penyaluran bantuan mencakup sembako, alat bantu dengar, kursi roda, dan kaki palsu. Selain itu, Pemko Padang menyediakan bantuan produktif melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan pelatihan keterampilan kerja.
“Beberapa waktu lalu, kita mengirim penyandang disabilitas ke Balai Latihan Bina Daksa di Cibinong, Bogor, untuk meningkatkan keterampilan mereka,” jelas Heriza. Program lain ditujukan untuk meningkatkan kapasitas tidak hanya bagi penyandang disabilitas tetapi juga keluarga dan pendampingnya, dengan tujuan membangun kemandirian serta memberikan ruang pengembangan diri setara dengan masyarakat umum. “Melalui program ini, kami ingin mereka memiliki peluang dan kemampuan yang setara dengan non-disabilitas,” tambahnya.
Anggota KND RI Rahmanita Maun Harahap dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai tugas, fungsi, dan implementasi Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah memastikan semua penyandang disabilitas mendapatkan hak dan layanan yang layak. “Kami mengapresiasi data disabilitas yang sudah terintegrasi. Harapannya, Pemko Padang dapat meningkatkan aksesibilitas layanan ke depan,” ujarnya.










