Padang – Solidaritas lintas wilayah dan agama menguatkan upaya pemulihan Kota Padang pasca-bencana banjir dan longsor. Pemerintah Kota (Pemkot) Padang kini memfokuskan diri pada rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak, dengan dukungan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Pada Sabtu (27/12/2025), Pemkot Padang menerima bantuan dari dua organisasi kemasyarakatan, yakni Gerakan Masyarakat Sosial (Germas) Kepulauan Riau (Kepri) dan Panitia Natal Oikumene Sumatera Barat (Sumbar). Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang.
Wali Kota Padang, dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas. Ia menambahkan, “Mari terus bergandengan tangan dan memperkuat solidaritas.”
Riki Susanto, Ketua Germas Kepri, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan berupa uang tunai yang ditujukan kepada 35 kepala keluarga yang terdampak bencana. “Kami memberikan bantuan uang tunai kepada 35 kepala keluarga terdampak bencana,” ungkapnya saat penyerahan bantuan.
Sementara itu, Laut Manurung, Ketua Panitia Natal Oikumene Sumbar, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan sebesar Rp 4.841.000 merupakan hasil dari kegiatan amal yang diselenggarakan pada 26 Desember 2025. “Kami menyalurkan bantuan sebesar Rp 4.841.000, hasil kegiatan amal pada 26 Desember 2025,” jelasnya.
Pemkot Padang menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk relokasi warga ke hunian tetap. “Pemerintah akan memprioritaskan rehabilitasi, rekonstruksi, termasuk relokasi warga ke hunian tetap,” kata Fadly, mengapresiasi solidaritas masyarakat yang memungkinkan transisi dari masa tanggap darurat.










