Padang – Pemerintah Kota Padang tengah mempersiapkan ajang UMKM Champion 2026, sebuah kompetisi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Rumah Wirausaha yang menjadi unggulan Pemko Padang.
Menurut keterangan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi, program UMKM Champion 2026 bertujuan untuk mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Program ini bertujuan mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing secara kompetitif di pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Proses seleksi telah berlangsung sejak awal Oktober 2025, menarik minat lebih dari 1.000 pendaftar. Setelah melalui audisi ketat, 480 pelaku usaha mikro terpilih untuk mengikuti pembekalan intensif. Fauzan menjelaskan bahwa para peserta dilatih oleh tiga lembaga inkubator profesional, yaitu Iconity by HIPMI Padang, Oase Academy by Info Sumbar, dan Fludzi Academy by Chef Eri. “480 orang ini dilatih oleh tiga lembaga inkubator yang insyaallah mempunyai kekuatan untuk melatih mereka,” ujarnya.
Setelah tahap pendampingan, 30 finalis utama berhasil lolos dan akan bersaing di babak final yang direncanakan pada April atau Mei 2026. Babak final akan dikemas dengan konsep unik yang menyerupai reality show. “Insyaallah akan ada kegiatan yang mirip-mirip dengan reality show Indonesian Idol,” kata Fauzan, menambahkan bahwa setiap pelaku usaha akan mengampanyekan atau menyampaikan tentang branding dari produk dan usahanya.
Pemko Padang telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp100 juta untuk lima pemenang terbaik. Fauzan menyebutkan bahwa hadiah ini merupakan yang terbesar yang pernah ada untuk lomba UMKM di Kota Padang.
Indikator penilaian utama dalam lomba ini mencakup pemahaman produk, kinerja bisnis, dan digital marketing. Fauzan menekankan pentingnya digital marketing sebagai instrumen penentu bagi UMKM untuk naik kelas. “Digital marketing ini adalah salah satu instrumen yang menentukan apakah mereka akan naik kelas atau tidak,” tegasnya.
Dari 30 finalis, mayoritas atau sekitar 60 persen berasal dari sektor kuliner, 20-30 persen dari sektor fashion, dan sisanya bergerak di bidang kriya.
Fauzan menambahkan bahwa program ini akan terus berlanjut setiap tahun selama periode Wali Kota Padang menjabat. “Program ini akan terus berlanjut setiap tahun sampai dengan periode Wali Kota Padang,” pungkasnya, seraya berharap program ini akan terus berlanjut jika dinilai bermanfaat.











