Padang – Upaya pemulihan pasca-bencana banjir bandang di Kota Padang terus menunjukkan progres, dengan perhatian khusus kini diarahkan pada sektor pendidikan. Sebanyak 1.229 siswa sekolah dasar dan menengah pertama yang terdampak bencana telah menerima bantuan perlengkapan sekolah, termasuk seragam dan alat tulis. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari program pemulihan yang digagas oleh Pemerintah Kota Padang dan dilaksanakan di tenda pengungsian Koto Tangah pada Senin, 15 Desember 2025.

Bantuan tersebut bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Padang, yang diperkuat dengan kontribusi dari Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Sumatera Barat. GAPOPIN menyumbangkan 589 stel seragam putih-merah untuk siswa SD dan 640 stel seragam putih-biru untuk siswa SMP. Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga mendistribusikan alat tulis kepada 6.348 siswa SD dan 4.034 siswa SMP dari kalangan kurang mampu. Bantuan ini merupakan perluasan dari program sebelumnya yang telah menyediakan seragam dan Lembar Kerja Siswa (LKS) secara gratis, kini mencakup siswa kelas II hingga VI SD dan kelas VIII hingga IX SMP yang menjadi korban bencana.

Selain bantuan perlengkapan sekolah, pemerintah kota juga sedang merencanakan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang. “Kami berharap dukungan dari semua pihak agar rencana ini dapat segera terwujud,” ujar seorang pejabat pemerintah kota. Lebih lanjut, bantuan uang duka juga telah diserahkan kepada 154 guru dan tenaga kependidikan yang turut menjadi korban bencana, dengan dana yang bersumber dari donasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.