Sumpur – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berupaya keras memulihkan akses jalan provinsi yang terputus akibat banjir bandang di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Prioritas utama adalah memastikan kelancaran distribusi bantuan dan memulihkan mobilitas warga yang terdampak bencana.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menekankan pentingnya pembukaan akses jalan dan normalisasi sungai sebagai langkah awal. “Ini penting agar akses cepat terbuka sehingga bantuan bisa lebih mudah disalurkan,” ujarnya saat meninjau lokasi pada Kamis (4/12). Pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat untuk mengalihkan arus sungai dan menimbun jalur jalan yang rusak.
Terputusnya jalan provinsi di Nagari Sumpur, yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok, telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga, distribusi logistik, dan akses ke layanan publik.
Dinas PUPR Tanah Datar mencatat bahwa setidaknya 14 titik sungai mengalami kerusakan dan memerlukan normalisasi dengan pemasangan tanggul batu beronjong. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyadari perlunya penambahan alat berat untuk mempercepat perbaikan jalan, pembersihan material, dan normalisasi sungai.
Pembersihan material dari rumah-rumah warga saat ini dilakukan secara manual dengan melibatkan personel TNI dan warga setempat. Wali Nagari Sumpur, Fernando, mengharapkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pemulihan akses jalan dan normalisasi sungai. “Di sekitar Batang Sumpur banyak lahan pertanian dan permukiman warga. Kami sangat berharap akses segera pulih,” katanya.
Banjir bandang tersebut telah menyebabkan kerugian besar, dengan 12 rumah hanyut, 13 rumah rusak berat, dan 23 rumah berada di zona merah dengan risiko tinggi.










