Pesisir Selatan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 20 persen. Target ini menjadi fokus utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan tangguh.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menegaskan komitmen tersebut saat membuka Rapat Percepatan Aksi Konvergensi Stunting di Aula Bappedalitbang, Kamis (11/9/2025).
Risnaldi menekankan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sembako.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan benar-benar menyentuh akar masalah,” tegasnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan dan perbaikan sanitasi menjadi kunci penting selain pemenuhan gizi.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB), Denny Anggara, menambahkan rapat ini bertujuan mempercepat intervensi berbasis data.
“Rapat percepatan aksi konvergensi ini adalah upaya lintas sektor untuk menurunkan angka stunting di Pesisir Selatan hingga di bawah 20 persen,” ujarnya.
Kegiatan ini bertema “Integrasi Lintas Sektor, Bersama Kita Mewujudkan Keluarga Bebas Stunting”. Diharapkan sinergi antar instansi akan semakin kuat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen mengatasi stunting secara menyeluruh melalui kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Empat prinsip utama konvergensi penanganan stunting meliputi pendekatan terpadu lintas sektor, fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, berbasis data, dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.











