Jakarta – Pemerintah mengumumkan hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 25 November 2025 dengan total penawaran investor mencapai Rp 34,4 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp 10 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan lelang ini bertujuan memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Delapan seri SBSN yang ditawarkan adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara – Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk), meliputi SPNS12012026 (reopening), SPNS01062026 (reopening), SPNS10082026 (reopening), PBS030 (reopening), PBS040 (reopening), PBSG002 (reopening), PBS034 (reopening) dan PBS038 (reopening).

Seri yang paling diminati investor adalah SPNS10082026 dengan total penawaran masuk tertinggi mencapai Rp 7,5 triliun. Sementara itu, seri SPNS01062026 mencatatkan penawaran masuk terendah, yaitu sebesar Rp 700 miliar.

Lelang dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB. Hasil lelang diumumkan pada hari yang sama.

Setelmen akan dilaksanakan pada 27 November 2025, atau dua hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang.

Pelaksanaan lelang ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 195/PMK.08/2020 tentang Lelang Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Domestik dan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Nomor 6/PR/2020 tentang Tata Cara Pengajuan Penawaran Pembelian dan Perhitungan Harga Setelmen untuk Transaksi Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara Dalam Mata Uang Rupiah di Pasar Perdana Domestik.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.