Sentul – Pemerintah Indonesia menargetkan pengoperasian 500 Sekolah Rakyat secara nasional pada tahun 2029, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan. Program ini, yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama berkualitas.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), dua hari lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pendapatan per kapita.
“Kriteria kita adalah maju dan modern, di mana seluruh rakyat mengalami kualitas hidup yang baik. Kita tidak bermimpi hidup seperti negara lain. Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
Sekolah Rakyat, menurut Presiden Prabowo, merupakan inovasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak-anak, tetapi juga melibatkan orang tua siswa dalam program-program prioritas nasional sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
“Anak-anak dari kelompok yang paling tidak mampu kita sekolahkan dalam sekolah berasrama. Kita beri pendidikan yang terbaik. Anak-anak yang tidak mungkin sekolah, kita ambil semua. Tidak boleh ada anak di jalanan yang tidak sekolah,” tegasnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di 166 lokasi yang tersebar di 131 kabupaten/kota dan 34 provinsi, mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali–Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Pemerintah menargetkan kapasitas hingga 500.000 anak dari keluarga rentan dapat terakomodasi dalam program ini.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program ini, termasuk dalam hal penyiapan lokasi, penyediaan layanan dasar, dan penguatan ekosistem sosial di sekitar sekolah.
Pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan program Sekolah Rakyat agar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan, pemerataan akses pendidikan ini dapat mengurangi kesenjangan sosial dan mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.











