Jakarta – Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menargetkan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton pada 2026. Peningkatan signifikan ini didorong oleh optimisme terhadap lonjakan produksi beras nasional dan tingginya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli usai rapat penetapan cadangan pangan pemerintah 2026 di Graha Mandiri, Jakarta, Senin, 29 Desember 2025. Target CBP ini naik dari 3 juta ton yang ditetapkan sebelumnya.

Zulhas, sapaan akrabnya, memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 akan lebih tinggi dari tahun ini. Politikus Partai Amanat Nasional itu bahkan memprediksi musim panen raya bisa maju lebih awal, yakni pada Februari, dari biasanya yang terjadi pada Maret, April, dan Mei.

Selain faktor surplus produksi, peningkatan penyerapan beras juga vital untuk memenuhi permintaan bahan pangan yang besar untuk proyek MBG. Zulkifli mengungkapkan, pada 8 Januari 2026, total penerima manfaat program ini sudah mencapai 55 juta orang. Jumlahnya pun diprediksi melonjak hingga 80 juta penerima manfaat pada April.

Sebagai gambaran, dengan 80 juta penerima manfaat, Zulkifli mengasumsikan satu orang memerlukan satu butir telur. Ini berarti dalam satu hari, proyek MBG membutuhkan 80 juta butir telur, belum termasuk ayam dan beras. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan dengan baik.

Selain MBG, Zulkifli mengatakan bahwa peningkatan cadangan beras juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan.

Tak hanya beras, target cadangan jagung pemerintah juga akan dinaikkan. Cadangan jagung ditargetkan mencapai satu juta ton pada 2026, meningkat signifikan dari target 300 ribu ton pada tahun ini. Cadangan jagung ini dibutuhkan untuk keperluan pakan ternak.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.