Jakarta – Pemerintah tengah mengupayakan skema pembiayaan inovatif untuk mempercepat pembangunan rumah susun (rusun) bagi warga di sekitar rel kereta api Senen. Model kerjasama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta menjadi kunci dalam mewujudkan proyek ini.

Peninjauan lokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, telah dilakukan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Lahan seluas 1,4 hektare yang merupakan aset PT Angkasa Pura, disiapkan sebagai lokasi pembangunan rusun.

Menurut Maruarar, proyek ini akan mengedepankan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Ia menjelaskan, “Tanah tetap milik BUMN. Swasta bantu bangun, lalu diserahkan kembali. Ini pola sinergi.” Konsep final proyek ini diharapkan dapat disepakati pada Rabu, 1 April.

Dony Oskaria menekankan urgensi percepatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. “Groundbreaking kita targetkan Mei. Kita butuh kecepatan,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen untuk memaksimalkan seluruh aset BUMN dalam mendukung program pembangunan rusun ini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya meninjau langsung kondisi warga di bantaran rel. “Tim sudah bergerak untuk pembangunan hunian dan MCK yang tidak jauh dari lokasi warga,” ungkapnya. Pemerintah berupaya menyediakan hunian layak yang dilengkapi fasilitas MCK bagi masyarakat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.