Sawahlunto – Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto menghadapi tantangan teknis dalam proses pendaftaran haji, di tengah tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Gangguan pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dilaporkan menghambat kelancaran input dan pembaruan data calon jamaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Yusmanto, mengungkapkan bahwa kendala Siskohat terjadi secara nasional sejak Jumat lalu. “Kendala Siskohat terjadi secara nasional dan sudah ditangani oleh Kanwil Kemenag Sumbar,” ujarnya. Ia menambahkan, akses saat ini difokuskan melalui Kanwil, terutama untuk wilayah Pesisir Selatan dan Kota Padang.
Dinamika juga terjadi dalam pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1447 H/2026. Yusmanto menjelaskan, sebanyak 24 jamaah memilih untuk mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Meskipun demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi, terbukti dengan 61 jamaah dari daftar cadangan yang telah melunasi biaya haji, termasuk mutasi masuk dari wilayah Sumatera Barat dan cadangan 11 orang. “Adapun jumlah jamaah yang melunasi dari cadangan mencapai 61 orang, termasuk mutasi masuk dari wilayah Sumbar dan cadangan 11 orang,” jelasnya.
Proses bio visa, yang merupakan tahapan krusial sebelum keberangkatan, telah diselesaikan oleh 69 jamaah. Yusmanto menjelaskan bahwa proses ini terintegrasi dengan sistem keimigrasian Arab Saudi, namun tiga jamaah masih menunggu kepastian dari kuota cadangan.
Yusmanto menegaskan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan administrasi jamaah dapat diselesaikan tepat waktu. Pihaknya berupaya mengatasi kendala yang ada.
Masa tunggu keberangkatan haji saat ini mencapai sekitar 26 tahun. Hal ini, menurut Yusmanto, mencerminkan tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, sementara kuota yang tersedia masih terbatas.
Yusmanto mengimbau masyarakat yang telah mendaftar haji untuk terus memantau informasi resmi dari Kemenag serta mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan maupun kelengkapan administrasi. Ia juga mengingatkan jamaah untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak resmi, dan selalu berkoordinasi dengan petugas haji di Kemenag Sawahlunto.











