Ranah Pesisir – Operasi pencarian intensif sedang berlangsung di Sungai Batang Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, setelah seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan hilang dan diduga tenggelam. Insiden yang menimpa Aska, seorang pelajar dari Kampung Kelok Koto Langang, Kenagarian Sungai Liku Pelangai, terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Tampat Tanjung Gadang, Kampung Sungai Liku Tengah.

Menurut keterangan saksi mata, Alip (15), korban terlihat menyelam sebelum akhirnya menghilang di sungai tempat ia berenang bersama teman-temannya. “Saat itu Aska menyelam, lalu terlihat mengangkat kedua tangannya seperti meminta tolong,” ujar Uyung (15), teman korban yang menyaksikan kejadian tersebut.

Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh Alip, yang mencoba menolong korban dengan menyelam ke sungai. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Alip bahkan menyusuri sungai hingga ke hilir dan menanyakan keberadaan korban kepada warga di tepi sungai, namun tidak ada yang melihat Aska hanyut.

Karena kondisi hari yang semakin gelap, teman-teman korban memutuskan untuk kembali ke rumah dengan asumsi bahwa Aska telah pulang terlebih dahulu. Laporan mengenai hilangnya korban baru diterima oleh pihak berwajib pada malam harinya.

Menanggapi laporan tersebut, personel Polsek Ranah Pesisir, bersama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Wali Nagari Sungai Liku Pelangai, kepala kampung, personel BPBD Pos Ranah Pesisir, dan masyarakat setempat, segera memulai pencarian sekitar pukul 21.30 WIB.

Pencarian mengalami kendala akibat debit air sungai yang meningkat akibat curah hujan tinggi. Kondisi gelap dan arus deras juga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran. Demi keselamatan tim, pencarian dihentikan sementara sekitar pukul 22.30 WIB.

Kapolsek Ranah Pesisir, Iptu Okdianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperluas area pencarian. “Kami bersama unsur TNI, pemerintah nagari, BPBD dan masyarakat sudah melakukan upaya pencarian maksimal malam ini. Namun karena kondisi arus sungai meningkat dan cuaca kurang bersahabat, pencarian kami hentikan sementara demi keselamatan personel,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iptu Okdianto menambahkan bahwa koordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan telah dilakukan untuk melanjutkan pencarian pada Minggu pagi. “Besok pagi tim gabungan akan kembali melakukan penyisiran lebih intensif. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama saat cuaca hujan karena debit air bisa naik secara tiba-tiba,” imbaunya. Hingga saat ini, Aska masih dalam proses pencarian, dan tim gabungan serta warga setempat terus bersiaga untuk melanjutkan upaya pencarian.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.