Padang – Banyak pejabat di Sumatera Barat lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta daripada sekolah negeri. Hal ini memicu pertanyaan tentang kepercayaan mereka terhadap kualitas pendidikan yang mereka promosikan.
Di Kabupaten Dharmasraya, hanya sebagian kecil pejabat yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya pada sekolah negeri.
Kesenjangan ini memperlebar jurang sosial antara anak-anak dari keluarga mampu dan kurang mampu.
Sekolah negeri sering menjadi “laboratorium kebijakan” yang tidak stabil, membuat siswa dari keluarga kurang mampu menjadi “kelinci percobaan”.
Publik menuntut komitmen nyata dari para pejabat terhadap pendidikan, termasuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri.
Jika tidak, pejabat harus mengakui kekurangan sistem pendidikan dan segera memperbaikinya.










