Padang – Sejumlah pejabat negara hingga politikus menjadi sorotan publik terkait penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka dinilai memanfaatkan situasi untuk mencari perhatian hingga memperbaiki citra.

Beberapa nama yang menjadi perhatian adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, dan anggota DPR Verrel Bramasta. Zulhas terlihat memanggul sekarung beras dan membersihkan lumpur dalam video yang diunggah di media sosial. Sementara itu, Verrell Bramasta menjadi perbincangan karena mengenakan rompi yang disebut antipeluru saat meninjau lokasi bencana.

Video Zulhas memanggul beras menuai kritik dari warganet yang menilai aksi tersebut sebagai pencitraan. Hingga berita ini diturunkan, unggahan di akun Instagram @zul.hasan itu telah mendapat puluhan ribu likes dan komentar.

“Beras sekecil itu aja sok-sokan ditaro di pundak, padahal dipegang satu tangan juga bisa, Pak. Akting banget asli,” komentar seorang warganet.

Muncul dugaan bahwa kedatangan Zulkifli, Verrell, dan sejumlah kader PAN ke lokasi banjir bertepatan dengan acara pernikahan putri dari anggota DPR dari PAN, Arisal Aziz, yang digelar di Padang. Foto-foto yang beredar menunjukkan mereka berfoto bersama mempelai pengantin.

Ahmad Yohan, Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi PAN, membenarkan kehadiran Zulhas dan kader PAN lainnya dalam acara pernikahan tersebut. Namun, ia membantah kunjungan ke lokasi banjir disebut sebagai pencitraan.

Verrell membantah tudingan bahwa rompi yang dikenakannya adalah rompi antipeluru. Ia menjelaskan bahwa itu adalah rompi taktis yang umum digunakan di kegiatan lapangan.

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, turut mengomentari video tersebut melalui akun Instagramnya. Ia menyangsikan kepedulian para pejabat dan meminta mereka berhenti memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyoroti ulah sejumlah politikus dan pejabat yang terkesan mencari panggung di tengah bencana. Ia menilai mereka sering lupa bahwa apa yang dialami masyarakat adalah imbas dari kerja mereka yang buruk.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.