Payakumbuh – Ratusan pedagang Pasar Blok Barat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, merugi besar akibat kebakaran yang melanda pasar pada Selasa (26/8). Api melalap habis toko dan kios tempat mereka mencari nafkah.
Kebakaran ini tidak hanya menghancurkan mata pencaharian, tetapi juga mengancam pedagang dengan masalah baru, yaitu terlilit hutang Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank.
Miky Putra (48), pedagang sandal dan mainan anak, mengaku kehilangan seluruh isi tokonya. “Isi toko saya semuanya habis, nyaris tak bersisa,” ujarnya dengan nada sedih. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai Rp70 juta.
Senada dengan Miky, Masral (52), pedagang baju muslim, juga mengalami nasib serupa. Warga Kelurahan Tiakar ini mengaku merugi lebih dari Rp150 juta. “Saya kehilangan semua barang dagangan di toko yang kami tempati. Tak ada sehelai benang pun tersisa,” kata Masral.
Dampak kebakaran ini juga dirasakan oleh pedagang kuliner dan petugas parkir di sekitar pasar. Fauzi (54), pedagang makanan dan minuman, kehilangan mata pencaharian karena pasar menjadi puing. Sementara itu, Om Jun (60), petugas parkir, kehilangan hampir separuh omzetnya.
Para pedagang kini berharap bantuan untuk bisa bangkit kembali. Mereka juga berharap pihak perbankan dapat memberikan keringanan terkait hutang KUR. “Selama ini kami banyak mengajukan pinjaman KUR ke Bank, untuk modal, menutupi biaya operasional dan membeli barang,” kata Miky.
Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) mencatat, kebakaran ini menyebabkan hampir 1.000 orang kehilangan pekerjaan. Para pedagang berharap Pemko Payakumbuh dapat mencarikan solusi terbaik dan memberikan bantuan stimulus.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Faizal, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan mencari solusi terbaik. “Saat ini kita masih sedang pendataan seluruh toko, kios dan palung yang terbakar,” ujarnya.
Faizal juga mengaku masih menunggu arahan dari Walikota dan Sekdako terkait relokasi atau bantuan lainnya.











