Padang – Setelah lebih dari sebulan terisolasi akibat dampak hidrometeorologi, warga Kampung Ngalau Gadang, Kenagarian Limau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, akhirnya menerima bantuan medis. Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan berhasil mencapai lokasi terpencil tersebut, memberikan harapan baru bagi ratusan jiwa yang terdampak.

Alex Indra Lukman, dari PDI Perjuangan Sumatera Barat, menyatakan bahwa perjalanan menuju Kampung Limau Gadang tidaklah mudah. “Alhamdulillah, Tim Medis DPP PDI Perjuangan berhasil menembus Kampung Limau Gadang setelah melalui perjuangan yang luar biasa,” ungkapnya di Padang, Senin.

Kampung Ngalau Gadang menjadi rumah bagi 168 KK, yang berjumlah 678 jiwa. Bencana alam memaksa 46 KK atau 243 jiwa mengungsi ke kantor camat Bayang Utara, karena rumah mereka mengalami kerusakan signifikan akibat banjir, tanah longsor, dan pergeseran tanah.

Menurut Alex, tim yang terdiri dari dokter, perawat, Tim Baguna PDIP, dan kader lainnya, segera memberikan pelayanan medis kepada warga pada Minggu (4/1/2026). Selain itu, obat-obatan dan vitamin juga disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. “Sesampainya di lokasi, Minggu kemarin, tim yang terdiri dari dokter, perawat, Tim Baguna PDIP serta kader lainnya, langsung melakukan pelayanan medis. Warga yang membutuhkan, juga disediakan obat-obatan dan vitamin,” jelasnya.

Alex menambahkan bahwa pengiriman tim kesehatan ini merupakan instruksi langsung dari Megawati Sukarnoputri, yang menekankan pentingnya layanan medis di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera. “Kehadiran tim kesehatan yang merupakan perintah langsung Ibu Ketua Umum Megawati Sukarnoputri ke daerah-daerah terdampak bencana Sumatera ini, memang khusus melakukan layanan medis. Kesehatan warga jadi prioritas karena penanganan di masa pemulihan tampak berjalan lambat,” tegasnya.

Farid Anshar Alghifari, Koordinator Tim Kesehatan PDI Perjuangan, menjelaskan tantangan logistik yang dihadapi timnya. Untuk mencapai Kampung Ngalau Gadang, mereka harus meninggalkan kendaraan dan ambulans di Padang, dan melanjutkan perjalanan dengan berbagai moda transportasi. “Relawan dan logistik kita bawa secara estafet dengan menumpang mobil pikap, berboncengan dengan sepeda motor lalu jalan kaki,” kata Farid.

Farid juga menyampaikan bahwa tim kesehatan PDI Perjuangan akan berada di lokasi selama tiga hari untuk memberikan layanan medis, mendistribusikan sembako, dan berpartisipasi dalam kegiatan gotong-royong bersama masyarakat. “Selama tiga hari kedepan, tim kesehatan PDI Perjuangan ini akan melaksanakan agenda layanan medis, distribusi sembako dan bergotong-royong bersama masyarakat,” tambahnya.

Akses yang sulit menuju kampung ini disebabkan oleh jalan yang tertimbun longsor di banyak titik dan jembatan permanen sepanjang 20 meter yang hanyut akibat banjir. “Alhamdulillah, walau tim harus berjuang ekstra keras, akhirnya bisa sampai juga melayani warga di daerah yang dikenal dengan ‘Nagari di Atas Awan’ ini,” pungkas Farid.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.