Payakumbuh – Ratusan peserta dari berbagai daerah meramaikan Parade Onthel Payakumbuh 2025, mengubah kota menjadi destinasi wisata bernuansa sejarah. Acara ini berlangsung akhir pekan lalu.

Sekitar 500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dalam parade selama dua hari. Mereka mengenakan pakaian tempo dulu sambil mengayuh sepeda onthel klasik.

Walikota Payakumbuh menyatakan parade ini bukan sekadar nostalgia. Ajang ini menjadi cara efektif memperkenalkan Payakumbuh sebagai kota kaya budaya, ramah wisata, dan memiliki kuliner unggulan.

Rute parade dirancang sebagai paket wisata budaya. Peserta melewati Kampung Adat Balai Kalikih, Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel raksasa, dan Taman Batang Agam.

Selain parade, peserta menikmati seni tradisional dan kuliner lokal di Pasa Lamo. Tarian Minang, musik saluang, dan rabab turut memeriahkan acara.

Wakil Walikota Payakumbuh menyebut Parade Onthel memberikan dampak ekonomi signifikan. Peningkatan hunian penginapan, penjualan kuliner, dan omzet pedagang menjadi bukti nyata.

Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen mendorong kegiatan serupa. Ini merupakan bagian dari strategi membangun citra kota kreatif dan ramah wisatawan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.