Payakumbuh – Dua bulan pasca kebakaran hebat yang meluluhlantakkan pusat pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terus berupaya mempercepat pemulihan kawasan tersebut. Guna memastikan penataan kembali kawasan itu berjalan terarah, Pemko membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pemulihan dan Pembangunan Pusat Pertokoan Blok Barat Pasca Kebakaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Muslim, ditunjuk sebagai Ketua Satgas yang bertugas mengawal pembangunan relokasi dan mempersiapkan pembangunan kembali Pasar Payakumbuh. “Pembangunan dua blok kios relokasi sudah hampir selesai. Setelah itu, kami akan melanjutkan pembangunan 135 kios termasuk di kawasan belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago Payakumbuh,” kata Muslim di Balai Kota Payakumbuh, Selasa (21/10/2025).

Area relokasi sementara ini, menurut Muslim, akan menampung para pedagang terdampak agar kegiatan jual beli tetap bisa berjalan. Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan seluruh tahapan pembangunan selesai tepat waktu agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa segera pulih.

Polres Payakumbuh akhirnya mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Blok Barat pada 26 Agustus 2025. Berdasarkan hasil penyelidikan Labfor Polda Riau dan Inafis Polda Sumbar, penyebab kebakaran tersebut bukan karena sabotase.

Ketua Satgas, Muslim, menjelaskan bahwa laporan resmi kepolisian menyebut sumber api berasal dari open flame atau nyala api terbuka. “Dari hasil penyelidikan yang kami terima, kebakaran dipicu oleh adanya nyala api terbuka. Jadi, isu bahwa pasar ini sengaja dibakar tidak benar,” ujarnya pada Selasa (21/10/2025).

Muslim menambahkan, istilah open flame mengacu pada sumber api yang tidak tertutup, seperti nyala kompor, puntung rokok, atau percikan las yang mengenai bahan mudah terbakar. Risiko seperti ini, menurutnya, kerap muncul di pasar tradisional akibat aktivitas memasak, perbaikan kios, atau kelalaian kecil yang bisa memicu kebakaran besar.

“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan keamanan dan melarang penggunaan sumber api terbuka di area kios. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuhnya. Satgas bersama kepolisian masih mendalami kronologi kebakaran dan telah meminta keterangan tambahan dari sejumlah saksi, meski penyebab utama telah diketahui.

Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan kawasan Blok Barat. Pembentukan Satgas diharapkan membuat setiap tahapan pembangunan berjalan serentak dan fokus. Selain membangun lokasi relokasi, pemerintah juga berencana memperkuat keamanan instalasi listrik dan sistem pencegahan kebakaran di kawasan perdagangan itu. “Kita belajar dari peristiwa ini. Nanti seluruh kios akan dibangun dengan sistem keamanan dan tata kelola yang lebih baik,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.