Pasaman Barat – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat, mencatat 4.574 balita mengalami stunting. Jumlah ini terungkap dari total 34.317 balita yang ada di wilayah tersebut.
Angka stunting di Pasbar menunjukkan penurunan signifikan menjadi 26,60 persen. Sebelumnya, prevalensi stunting pada 2007 mencapai 45,2 persen.
Pemkab Pasbar terus berupaya menekan angka stunting hingga tingkat nagari. Upaya ini membuahkan hasil dengan penurunan 8,5 persen sejak 2018.
Laju penurunan stunting di Pasbar mencapai 3,6 persen per tahun. Angka ini lebih baik dari rata-rata nasional (3,3 persen) dan Sumatera Barat (2,6 persen).
Data e-PPGBM menunjukkan penurunan dari 28,4 persen pada 2018 menjadi 13,32 persen pada 2025. Penurunan ini setara dengan 15,08 persen.
Pemkab Pasbar menargetkan peningkatan kinerja penanganan stunting di tingkat provinsi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.










