Lintau Buo – Pasar Balai Tangah, yang terletak di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, terus menunjukkan eksistensinya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Pada hari Kamis, 25 Desember 2025, pasar ini menjadi saksi bisu interaksi antara pedagang dan pembeli, sebuah tradisi yang telah mengakar kuat di kalangan warga.

Kehadiran Pasar Balai Tangah setiap Kamis menjadi fenomena tersendiri. Seorang warga Jorong Kawai, Rini, menuturkan bahwa “Pasar Balai Tangah ini sejak dulu selalu ramai kalau sudah masuk hari balai (pasar),” menggambarkan betapa pentingnya pasar ini sebagai pusat perekonomian bagi masyarakat Lintau Buo.

Menurut keterangan warga, hari pasar menjadi momentum bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari sayuran segar hingga bahan-bahan dapur. Selain itu, pasar ini juga menjadi destinasi favorit untuk menikmati kuliner khas yang hanya tersedia pada hari pasar, seperti kue talam khas Lintau dan lontong Madura. “Jajanan ini wajib dibawa pulang karena disenangi anak dan orang dewasa,” tambahnya, menyebutkan harga kue talam sekitar Rp3.000 per potong dan lontong Madura seharga Rp6.000.

Keunikan Pasar Balai Tangah juga tercermin dari keberagaman pedagang yang berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Lintau Buo. Asna (52), seorang pedagang ikan air tawar asal Makassar, telah berdagang di pasar ini selama 30 tahun. “Ikut suami. Karena cinta membawa saya dari Makassar ke Lintau,” ujarnya. Dari hasil berjualan ikan, Asna berhasil membiayai pendidikan beberapa anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.

Tradisi hari pasar di Tanah Datar merupakan warisan budaya yang dipertahankan dari generasi ke generasi. Setiap nagari memiliki jadwal hari pasarnya masing-masing, seperti Pakan Sinayan (Senin), Selasa, Rabaa, Kamih, atau Sabtu. Pasar Batusangkar menjadi satu-satunya pasar yang beroperasi setiap hari, namun tetap memiliki hari pasar khusus setiap Sabtu yang lebih ramai dari hari biasanya.

Pasar Balai Tangah menjadi wadah pertemuan antara penjual dan pembeli dari berbagai daerah, termasuk Dharmasraya, dengan tujuan yang sama, yaitu melakukan transaksi jual beli.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.