Padang – UPTD Taman Budaya Sumatera Barat memberikan ruang bagi komposer muda dengan menggelar Parade Komposer Soundenai pada Senin (17/11/2025) malam. Acara ini menjadi wadah unjuk gigi bagi lima komposer muda terpilih, hasil dari workshop musik yang telah dilaksanakan pada Agustus lalu.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menjelaskan bahwa workshop sebelumnya mengangkat tema transformasi musik dari tradisi menuju digitalisasi. Program tersebut dirancang untuk memacu seniman muda lokal yang berkecimpung dalam musik tradisional agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi musik digital.
Dalam parade ini, masing-masing komposer akan menampilkan karya ciptaannya. Walaupun bersifat individual, para komposer berkolaborasi dengan sejumlah musisi pendukung untuk mewujudkan aransemen yang telah mereka ciptakan.
“Beberapa komposer juga melibatkan unsur seni lain dalam penampilannya, termasuk salah satu peserta asal Pariaman yang menggabungkan elemen kesenian rakyat seperti silek sebagai pendukung musiknya,” terangnya.
Devid menjelaskan, kegiatan Parade Komposer Soundenai berbeda dengan Skola Art Fest yang juga digelar Taman Budaya Sumbar. Parade Komposer Soundenai merupakan bagian dari program aktivasi UPTD Taman Budaya yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Sedangkan Skola Art Fest didanai melalui APBD dan lebih berfokus pada pembinaan seni untuk pelajar.
“Walaupun sama-sama untuk pembinaan kesenian, sasarannya berbeda. Skola Art Fest fokus pada pelajar, sedangkan kegiatan ini untuk seniman muda. Ini juga akan sinkron dengan program tahun 2026 yang berkaitan dengan kegiatan internasional dan intensif budaya,” jelasnya pada Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut, Devid menyampaikan bahwa parade kali ini menampilkan lima komposer terbaik. Meskipun demikian, beberapa peserta workshop lain yang juga memiliki karya potensial akan tetap difasilitasi Taman Budaya Sumbar melalui kegiatan lain, seperti pagelaran reguler yang dijadwalkan tahun ini.
“Dengan hadirnya Parade Komposer Soundenai, Taman Budaya Sumbar berharap dapat memperkuat ruang kreatif bagi pencipta musik muda serta mendorong perkembangan ekosistem musik berbasis penciptaan, bukan sekadar pertunjukan,” pungkasnya.











