Thessaloniki – Pertandingan Liga Europa antara PAOK dan Maccabi Tel Aviv yang berakhir imbang 0-0 di Toumba Stadium pada Rabu (24/9) diwarnai aksi protes besar-besaran terkait genosida di Palestina. Ribuan suporter dan demonstran memenuhi Thessaloniki, Yunani, untuk menyuarakan penolakan keras terhadap klub Israel tersebut.

Suasana di stadion memanas sejak awal pertandingan. Para pendukung PAOK membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Tunjukkan kartu merah untuk Israel” serta mengibarkan bendera Palestina, menunjukkan solidaritas mereka.

Di luar Toumba Stadium, dua aksi demonstrasi juga digelar. Para pengunjuk rasa menuntut agar klub-klub Israel dikeluarkan dari kompetisi Eropa. Bahkan, sebuah spanduk bertuliskan “Genosida” dibentangkan dari bangunan yang juga menampung konsulat Amerika Serikat.

Situasi ini memicu langkah pengamanan ekstra ketat dari pihak berwenang. Polisi Yunani mengerahkan operasi berskala besar, lengkap dengan anjing pelacak untuk memeriksa area stadion demi mencegah insiden.

Tim khusus juga mengawal bus Maccabi Tel Aviv menuju stadion berkapasitas 28 ribu penonton tersebut. Sekitar 120 suporter Israel ditempatkan di balik barikade polisi untuk mencegah bentrokan. Beberapa demonstran sempat ditahan sebelum pertandingan dimulai, menunjukkan ketegangan yang tinggi.

Meskipun berlangsung dalam tekanan dan diwarnai sorakan penolakan simbolis dari suporter PAOK, pertandingan akhirnya berjalan sampai selesai. Laga tuntas tanpa kericuhan besar, dengan Maccabi sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena offside, dan berakhir tanpa gol.

Pertandingan PAOK vs Maccabi Tel Aviv kali ini meninggalkan jejak yang lebih besar dari sekadar hasil imbang 0-0. Aksi protes keras di Thessaloniki menjadi sorotan internasional, sekaligus menunjukkan solidaritas nyata terhadap rakyat Palestina dan menyuarakan penolakan atas kekerasan di Gaza di ranah sepak bola.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.