Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan perkembangan bantuan TNI untuk korban banjir dan longsor di Sumatera kepada Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama adalah pembangunan jembatan bailey untuk memulihkan akses transportasi darat yang terputus akibat bencana.
Sebanyak 50 jembatan bailey sedang dalam proses pemasangan secara bertahap. “50 set jembatan bailey sedang proses dan ada juga yang sudah terpasang,” kata Agus dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/4/2024).
TNI telah mengerahkan puluhan ribu personel dari tiga matra untuk membantu penanganan bencana. “Total personel yang sudah di-deploy di lokasi bencana sejumlah 35.477 orang,” ungkap Agus.
Selain personel, TNI juga mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista). “Alutsista yang digelar saat ini 82 unit. [Sebanyak] 26 unit pesawat: A400 yang baru dibeli 1 unit, kemudian Hercules 6 unit, CN295 2 unit, Casa 212 7 unit, dan dari BNPB 10 unit,” papar Agus.
“Kemudian 36 unit heli: Caracal 7 unit, Super Puma 3 unit, Bell 412 3 unit, MI-17 2 unit, dan Panther 5 unit, Dauphin Basarnas 2 unit, tambahan BNPB 11 unit, dan dari Kemhan 3 unit. Kemudian juga 20 unit KRI yang sekarang sedang mendukung,” lanjutnya.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa tujuh dari 50 jembatan bailey yang dikerjakan sudah rampung. “Kemarin kita juga tambahkan lagi alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-toilet portable. 50 jembatan Bailey sedang kita kerjakan, 7 tadi sudah jadi,” ujar Prabowo.
Prabowo berharap, dengan pulihnya koneksi jalan yang sempat terputus, proses rehabilitasi pasca-bencana dapat dipercepat. “Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal,” ungkap Prabowo.











