PEKANBARU – Aksi panen paksa sawit oleh sekelompok orang meresahkan warga Desa Kota Lama, Rokan Hulu. Mereka mengklaim berasal dari KSO PT. Agrinas Palma Nusantara.

Laporan polisi telah masuk terkait kejadian ini. Potensi konflik di masyarakat pun mengkhawatirkan.

Faisal Lubis, pemilik kebun yang menjadi korban, mengatakan puluhan orang tak dikenal datang dan langsung memanen sawitnya. Mereka membawa alat panen dan memasang baliho klaim pengelolaan lahan.

Para pelaku membawa senjata tajam. Pekerja kebun yang mencoba menghalangi tidak berdaya.

Aksi panen paksa berlangsung selama enam jam. Sekitar dua ton sawit berhasil dibawa.

Faisal mengaku heran karena kebunnya tidak pernah didatangi Satgas PKH atau disosialisasikan. Ia mengklaim memiliki surat kepemilikan sah sejak 1997.

PT. Agrinas Palma Nusantara menyatakan tidak membenarkan aksi tersebut. Mereka menyarankan Faisal melapor ke polisi.

Namun, penanggung jawab lapangan kelompok tersebut mengklaim panen dilakukan atas perintah perusahaan. Pernyataan ini membingungkan Faisal.

Faisal telah melaporkan kejadian ini ke polisi. Ia berharap pelaku segera ditangkap.

Ia juga berharap pemerintah dan PT. Agrinas Palma Nusantara memberikan perhatian serius agar tidak terjadi konflik. Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada pihak perusahaan masih berlangsung.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.