Jakarta – Materi komedi tunggal terbaru Pandji Pragiwaksono, “Mens Rea,” telah memicu gelombang diskusi daring setelah secara eksplisit menyebut nama Verrell Bramasta. Kritik tajam Pandji terhadap kualitas wakil rakyat dalam pertunjukan tersebut telah memicu berbagai reaksi di kalangan warganet.
Dalam “Mens Rea,” Pandji menyoroti pentingnya memilih wakil rakyat yang memiliki kompetensi dan pemahaman mendalam tentang tugas-tugas legislatif. Ia menggunakan nama Verrell Bramasta sebagai contoh, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar luas pada Kamis (8/1/2026), Pandji menyatakan, “Nah, sekarang kita tahu DPR, DPRD, DPD tugasnya seperti apa. Berarti kalau kita milih DPR jangan ngeblank. Cari yang ngerti anggaran, yang ngerti undang-undang, yang ngerti pemerintahan. Kalau gitu cara kita milih, mana mungkin Verrel Bramasta jadi anggota DPR.” Ia menambahkan, “Menurut keyakinan saya, mah, dia enggak ngerti undang-undang, anggaran. Enggak ngerti sekarang mungkin ngerti pada waktu itu dia mah ngertinya jadi ganteng.”
Sindiran tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian orang memandang kritik Pandji sebagai bentuk kebebasan berekspresi yang sah, sementara yang lain berpendapat bahwa penyebutan nama secara langsung dapat memicu kontroversi yang tidak perlu.
Menanggapi sindiran tersebut, Verrell Bramasta memilih untuk memberikan respons yang tenang dan terukur. Melalui unggahan di Instagram Story-nya, ia menekankan pentingnya fokus pada kinerja dan kontribusi nyata, bukan hanya penampilan fisik semata. “Ketika tampang hanyalah bonus tapi ‘kerja nyata’ menjadi fokus!” tulis Verrell dalam unggahannya.
Pernyataan Verrell ini mendapat apresiasi dari sejumlah warganet yang menilai ia telah menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi kritik yang dilontarkan kepadanya.
Polemik yang muncul dari materi stand-up comedy “Mens Rea” telah membuka diskusi yang lebih luas mengenai kualitas wakil rakyat dan kriteria yang seharusnya dipenuhi oleh mereka. Ahok bahkan menyatakan dukungannya terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono “Mens Rea”. Ia menilai materi tajam Pandji cerdas dan relevan meski menuai pro-kontra.











