Padang – Sastra Amerika terbagi menjadi dua era utama, klasik dan modern, yang memengaruhi popularitasnya di kalangan pembaca saat ini.
Sastra modern Amerika lebih digemari karena bahasa yang lebih sederhana dan tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Mahasiswi Universitas Andalas, Aisyah Chania Zulmi, berpendapat bahwa kemudahan bahasa menjadi kunci popularitas sastra modern.
Namun, mahasiswi lainnya, Aisyah Ramadhani Aziz, lebih menyukai sastra klasik karena nilai moral dan filosofinya yang mendalam.
Sastra klasik Amerika, yang berkembang pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, menggunakan bahasa formal dan struktur kalimat kompleks.
Karya-karya seperti “Little Women” dan “Leaves of Grass” menjadi contoh ikonik, meskipun kini dianggap sulit dipahami.
Sementara itu, sastra modern Amerika muncul pada awal hingga pertengahan abad ke-20 dengan narasi eksperimental.
“The Great Gatsby” dan “To Kill a Mockingbird” adalah contoh karya sastra modern yang populer.
Siti Saffanah Hashura, mahasiswi Universitas Andalas, menekankan pentingnya kedua era sastra tersebut.
Sastra modern tidak akan ada tanpa fondasi yang dibangun oleh sastra klasik.
Sastra klasik memberikan wawasan tentang akar budaya Amerika, sedangkan sastra modern menawarkan perspektif yang lebih dekat dengan realitas saat ini.
Sastra modern lebih populer di media sosial dan adaptasi film, sementara sastra klasik tetap dihargai di dunia akademis.












