Padang – Pemerintah Kota Padang menggencarkan persiapan pelaksanaan Pesantren Ramadan tahun 2026 dengan menggelar Pelatihan Master of Trainer (MoT) bagi para instruktur. Sebanyak 150 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Padang mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Rangkayo Basa.

Pelatihan yang mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara” ini bertujuan untuk membekali para peserta agar mampu menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh masjid dan musala di wilayah Kota Padang.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, yang mewakili Wali Kota Padang, menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda. “Pesantren Ramadan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang qurani, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ungkapnya saat membuka acara pelatihan. Ia menambahkan bahwa para peserta didik akan mendapatkan ilmu keagamaan serta dididik melalui berbagai kegiatan pendukung yang bertujuan membangun kepribadian.

Raju juga menekankan urgensi peningkatan kualitas pelaksanaan Pesantren Ramadan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyatakan bahwa “Kesuksesan Pesantren Ramadan membutuhkan dukungan semua pihak,” termasuk pengurus masjid, guru, instruktur, elemen masyarakat, dan keluarga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menyukseskan program ini demi mewujudkan generasi muda Kota Padang yang beriman dan berakhlak mulia.

Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Jasman, menjelaskan bahwa pelatihan MoT ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanaan Pesantren Ramadan di lapangan. “Melalui pelatihan MoT ini, kita berharap kualitas Pesantren Ramadan semakin meningkat, baik dari sisi materi, metode pembelajaran, maupun pelaksanaannya,” terangnya.

Jasman menambahkan, Pesantren Ramadan 1447 H akan diselenggarakan mulai 23 Februari hingga 15 Maret 2026 di lebih dari seribu masjid dan musala yang tersebar di seluruh Kota Padang. Sementara itu, peserta didik nonmuslim akan mengikuti kegiatan pembelajaran di rumah ibadah masing-masing selama bulan Ramadan. Diperkirakan sekitar 85.000 peserta didik dari SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Padang akan berpartisipasi dalam Pesantren Ramadan tahun ini. Selain materi keagamaan, kegiatan juga akan diisi dengan berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang berfokus pada penguatan konsep Smart Surau, termasuk Festival Surau dan lomba Smart Surau terbaik se-Kota Padang.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.